Thursday, September 3, 2009

Kenal lebih dekat dengan gejala storing

Gangguan berupa suara berisik saat mendengarkan musik di dalam mobil kerap terjadi. Bisa jadi tak terlalu dominan, namun kelamaan hal ini bisa mengusik kenikmatan berkendara.

Bunyi berisik atau dikenal dengan storing, merupakan pertanda adanya kebocoran suara dari piranti audio yang terjadi akibat gangguan kelistrikan. Biasanya, gejala bisa dikenali dari suara dengungan tinggi di tweeter.

Dari berbagai masalah yang timbul, gangguan yang punya istilah asli alternator whine itu umumnya disebabkan intervensi sistem kelistrikan ke sistem audio. “Secara mudah munculnya gejala storing pasti bermula dari penataan kabel yang tidak rapi. Artinya, jangan sampai kabel sinyal (kabel RCA) itu terinverensi kabel kelistrikan”, ujar Maslim Djanuanto, instalatur dari Basis Audio.

Ada 2 jenis storing yang biasa terjadi dan bisa dibedakan dari perbedaan suara yang timbul. Bila terdengar suara uiiing…uiiing… keluar dari tweeter, berarti kabel kelistrikan mengganggu kabel signal. Solusinya tinggal memberi jarak minimal 10 cm sehingga kabel RCA tak terganggu. Gejala kedua adalah suara tek…tek…tek… Biasanya itu disebabkan pemilik kendaraan melakukan penggantian sistem pengapian, misalnya koil kemampuan tinggi
atau kabel busi berhambatan rendah.

Penggantian itu pun bisa menimbulkan gangguan pada sistem audio dan kelistrikan. Andai itu terjadi coba ganti komponen tadi dengan peranti standarnya. Nah, bila gangguan masih terjadi, konsultasikan dengan instalatur audio kepercayaan anda.

Lazimnya storing terjadi bila sistem audio sudah dimodifikasi mulai dari satu tahap. Dan hampir dipastikan gejala ini tak terjadi di sistem audio mobil standar. Masuk akal bila pada sistem audio standar tak terjadi storing karena seluruh peranti sudah disesuaikan dengan kebutuhan

Secara singkat, storing yang timbul pada modifikasi audio umumnya terjadi akibat pemasangan yang tak teliti saat proses wiring ataupun penggantian komponen pengapian. Di samping itu masih ada penyebab lain munculnya storing. Bisa muncul dari peranti audio pengganti yang digunakan, seperti head unit, power amplifier, speaker dan lain-lain. “Dengan catatan bila bukan dari faktor pengabelan. Dan itu juga mesti diperiksa satu persatu”, ujar Maslim.

Jadi bila anda memiliki sistem audio standar dan ingin dimodifikasi, pastikan seluruh proses instalasi dilakukan dengan benar. Dan bila masih terjadi gejala storing, konsultasikan dengan instalatur kepercayaan Anda untuk membenahinya

No comments:

Post a Comment

Post a Comment